5 Tips Bahagia Buya Hamka
Kehidupan modern hari hari ini banyak dihiasi segala pernak pernik yang menarik mata sehingga segala keinginan seolah harus dimiliki sesegera mungkin. Belum lagi pencapaian-pencapaian orang lain yang dapat dilihat dengan mudahnya membuat insecure seolah-olah rasa bahagia ditentukan oleh orang lain. Pertemuan dengan orang-orang yang toxic juga seolah semakin menjauhkan diri dari rasa bahagia.
Padahal dengan kebahagian yang dimiliki banyak manfaat yang bisa di dapat oleh manusia seperti lebih kebal dari penyakit dan juga lebih produktif dalam beraktivitas meskipun halangan dan rintangan ada di pelupuk mata seolah angin lalu. Ada banyak cara, tips and trick soal bagaimana menumbuhkan dan menyemai rasa bahagia. Salah satu tipsnya di sampaikan oleh Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau yang biasa dikenal dengan Buya Hamka. lewat tulisannya pada pandji masyarakat yang di jadikan buku tasawuf modern ini beliau menyampaikan 5 poin dalam mencapai bahagianya seorang manusia, yaitu :
Bergaul dengan orang budiman
Pergaulan mempengaruhi bagaimana manusia berpikir setelahnya akan membentuk kepercayaan dan keyakinan. Maka dari tiu, untuk menukbuhkan jiwa yang bersih hendaknya memilih dengan orang-orang berbudi baik sehingga tiap bertemu dapat dipetik manfaat darinya.
Membiasakan pekerjaan berpikir
Bila otak tidak dilatih berpikir dan dibiarkan menganggur berpikir bisa sakit dan mudah menjadi bingung. Padahal tiap tiap otak mesti di perbarui agar ia tidak dungu. Dengan melatih berpikir sejak dini maka dapatlah seseorang menghasilkan hikmah sehingga ia dapat menjadi bintang dalam pergaulan.
Menahan syahwat dan marah
Supaya batin sehat, hendaklah dikungkung jangan sampai terpengaruh oleh kekuatan syahwat dan marah begiitu kata Buya Hamka. sebab bilamana syahwat diturutkan inginnya meminta lagi dan lagi dan akhirnya ia akan hilang arah. Sebagai makhluk berakal, syahwat dan marah digunakan bukan untuk menyerang yang lainnya akan tetapi untuk mempertahankan diri.
Bekerja dengan teratur
Sebelum turut dalam suatu pekerjaan baiknya dipikir dahulu manfaat dan mudharatnya akibat dari pekerjaan itu. Sebab bila tidak ditimbang mana baik mana buruk rugilah masa dan umur. Hasil akibat pekerjaan itu tidak ada melainkan hanya sebuah saja. Apabila pekerjaan tidak berfaedah terlanjur dibuat alangkah baiknya menghukum diri dari perbuatan itu.
Memeriksa Aib sendiri
Tiap tiap manusia rasanya tak ingin celanya diketahui lainnya sebab yang begitu meruntuhkan kemulian diri. Tetapi seseorang yang tak tahu aibnya sendiri merupakan aib yang sebesar-besarnya sebab dengan tak tahu kekurangan diri amat sulitlah baginya untuk memperbaiki diri.
